Mantan anggota DPRD Langkat tewas ditembak OTK, Polisi bentuk tim khusus
Elshinta.com, Polisi membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus penembakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat periode 2014 - 2019, Paino (47) saat korban melintas di Devisi 1, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis malam (26/1) sekira pukul 23.18 WIB.
Elshinta.com - Polisi membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus penembakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat periode 2014 - 2019, Paino (47) saat korban melintas di Devisi 1, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis malam (26/1) sekira pukul 23.18 WIB.
"Kita sudah melakukan olah TKP dan telah membentuk tim khusus bekerjasama dengan Polda Sumut baik dari Dirkrimum, Labfor serta Inafis. Terkait motif dan pelaku masih dilakukan penyelidikan sembari menunggu hasil autopsi," kata Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Sabtu (28/1).
AKBP Faisal mengatakan, saat petugas melakukan penyisiran dilapangan ditemukan beberapa barang bukti diantaranya satu butir selongsong peluru, sepeda motor jenis KLX dan sandal.
Sementara itu Paino warga Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, tewas diduga ditembak orang tak dikenal (OTK). Informasi diperoleh, Kamis (26/1) malam pukul 21.00 WIB, Paino bersama teman-temannya, Amin sedang duduk santai dirumah Miran di Dusun I, Desa Besilam Bukit Lembasa. Mereka juga menunggu rekan lain dan ngobrol bersama. Selesai duduk santai dan berbincang, sekira pukul 23.00 WIB, mereka membubarkan diri dan menuju ke rumah masing-masing. Demikian juga dengan Paino, politisi dari Partai Golkar itu pulang dengan mengendarai sepeda motor jenis trail.
Saksi mata Arif, warga sekitar mendengar suara letusan. Lalu Arif mendekati lokasi dan sudah melihat korban tergeletak ditengah jalan. Merasa takut, Arif memanggil rekannya, Hendra, untuk sama-sama melihat. Mereka membalikkan tubuh korban dan ditemukan ada luka tembak di dada. Melihat itu, Arif dan Hendra, mencari pertolongan dengan menghubungi pihak rumah sakit. Pukul 00.50 WIB, korban dibawa dengan ambulance ke rumah sakit Putri Bidadari yang berada Jalinsum Medan - Aceh, Desa Jentera, Kecamatan Wampu.
Korban dibawa ke UGD dan setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap korban oleh dokter jaga. Korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Keluarga kemudian membuat laporan ke Polres Langkat.
Kemudian jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. Usai outopsi jenazah langsung dikebumikan oleh pihak keluarga. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.